*** Diterbitkan oleh: Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia ***

U N I K



Harapan dan Tantangan Kardiovaskular PERKI Banda Aceh



PERKI Aceh mengadakan berbagai kegiatan pembinaan dan layanan kesehatan kepada masyarakat. Mulai dari yang santai, serius hingga ilmiah.


Pelatihan ACLS


DATA yang ditunjukkan Riskesdas 2013 ini memang layak diwaspadai. Berdasarkan survei wawancara, prevalensi jantung koroner berdasarkan diagnosis dokter di Indonesia sebesar 0,5% dan berdasarkan gejala sebesar 1,5%. Nah, hasil prevalensi jantung koroner berdasarkan diagnosis dokter yang tertinggi adalah Sulawesi Tengah yakni sebesar 0,8% diikuti Aceh, DKI Jakarta, dan Sulawesi Utara masing- masing sebesar 0,7 %.

Sementara itu, hasil prevalensi jantung koroner menurut gejala yang tertinggi adalah Nusa Tenggara Timur yakni sebesar 4,4%, kemudian diikuti Sulawesi Tengah sebesar 3,8%, Sulawesi Selatan sebesar 2,9%, dan Sulawesi Barat 2,6%. Prevalensi PJK di Indonesia terlihat meningkat seiring peningkatan umur.

Tak pelak lagi, berdasarkan Riskesdas, kawasan Banda Aceh dapatlah dikategorikan sebagai daerah “rawan serangan jantung”.

Inilah yang menjadi tantangan bagi para anggota dan pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Aceh mengantisipasi dan menekan angka kejadian penyakit jantung.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa hingga saat ini masih begitu banyak permasalahan yang terkait dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah di provinsi Aceh,” tutur dr. Muhammad Ridwan, MAppSc, SpJP, FIHA, Ketua PERKI Aceh.

Ridwan menyebutkan tingginya angka morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovaskular tersebut dibarengi dengan kondisi belum terpenuhinya jumlah ahli jantung yang memadai di tiap-tiap kabupaten/kota di Aceh.

Sebab itulah, lanjut Ridwan, PERKI Banda Aceh ikut bertanggungjawab dalam pengembangan pelayanan dan pendidikan kardiovaskular di Aceh. “Kami terus mengadakan aktivitas berupa meningkatkan peran aktif dengan melaksanakan berbagai kegiatan yang difokuskan pada upaya pengenalan & citivitas diri penyakit kardiovaskular di tengah masyarakat,” katanya.

Mulai dari simposium dan workshop, pelatihan ACLS, pelatihan EKG, Round Table Discussion, pengabdian masyarakat, edukasi kepada masyarakat melalui surat kabar, radio, TVR, menjalin kerjasama dengan beberapa rumah sakit kabupaten/kota, hingga memberikan tausiyah di masjid-masjid.

Peningkatan kemampuan anggota juga menjadi bagian penting dari aktivitas PERKI Aceh. “Tantangan kehadiran dokter-dokter dari kawasan ASEAN dalam rangka penerapan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) masih menjadi tantangan besar bagi PERKI Banda Aceh,” tuturnya.

Dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) anggota PERKI dilaksanakan berbagai program pendidikan berkelanjutan seperti fellowship training dan pendidikan Doktor. Selain itu PERKI Banda Aceh ikut berperan aktif bersama pimpinan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dalam menyiapkan pembukaan program studi pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

“Diharapkan dapat dimulai prosesnya tahun ini,” kata Ridwan. Banyak yang berharap hasil pendidikan ini dapat memenuhi kebutuhan ideal dokter ahli jantung baik untuk seluruh provinsi Aceh maupun kebutuhan SpJP di seluruh pelosok negeri.

Tentu saja, dalam melaksanakan berbagai misinya PERKI Aceh menempuh strategi “sersan” alias serius tapi santai. Misalnya PERKI pernah mengadakan acara Asian Medical Students’ Association (AMSA) Universitas Syiah Kuala di Blang Padang Banda Aceh, Desember silam bersama dengan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Tapi kegiatan itu diawali dengan olah raga dan pemeriksaan darah gratis kepada seluruh masyarakat. “Tak lupa juga kita adakan jalan santai di Blang Padang,” kata Ridwan.

Bicara soal jalan, kegiatan itu memang menjadi acara rutin PERKI Aceh. “Untuk menjalin keakraban sesama anggota kami mengadakan ramai-ramai jalan-jalan ke Padang dan tempat wisata lainnya, Mei lalu,” kata Ridwan.

PERKI Aceh juga terus berusaha meningkatkan jalinan kerja dengan institusi pemerintah dan swasta. Pertengaham Mei lalu, mereka mengadakan jamuan makan bersama dengan PT Astelas, Mei lalu. Uniknya, makan bersama antara seluruh anggota PERKI dan karyawan Astelas ini dilaksanakan dalam suasana adat istiadat Aceh. “Tentu hidangan yang disediakan juga ada citarasa makanan khas Aceh,” kata Ridwan.

Tak ketinggalan, seperti lembaga profesi lainnya, PERKI Aceh juga secara rutin melakukan bakti sosial. Terakhir kali mereka mengadakan di kawasan pedalaman Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Singkil pada 24 April hingga 8 Mei 2016.

Ridwan berharap berbagai program yang dilaksanakan PERKI Aceh kepada masyarakat awam dapat bermanfaat. “Kami bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat luas, memberikan pemeriksaan gratis di setiap kegiatan yang dilakukan PERKI, serta bisa sharing pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan," katanya.

PERKI Aceh memang tergolong muda dibandingkan dengan PERKI Daerah lainnya, didirikan pada April 2015. Menyadari masih banyak yang harus dibangun dan dibina, serta tantangan yang ada, Ridwan berharap dukungan penuh dari teman sejawat.

“Bimbingan dari PP PERKI tentu sangat kami harapkan agar berbagai program kerja ke depan yang telah kita siapkan dapat berjalan dengan baik sehingga pelayanan dan pendidikan kardiovaskular dapat menjadi unggulan di provinsi Aceh," katanya lagi.

[Tim InaHeartnews]






PERKI JAYA: Lebih Mantab dengan Sekretariat Baru



PERKI Jaya mengawali kepengurusan baru dan kantor sekretariat baru. Aktivitas apa saja yang telah dilakukan?

Para Staf Sekretariat PERKI Jaya.

PELATIHAN, seminar ilmiah dan mengurus anggota. Begitulah tugas rutin utama yang diemban pengurus sekretariat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia Cabang Jakarta Raya (PERKI Jaya). Di samping tugas-tugas utama itu, tentu saja, para pengurus sekretariat PERKI Jaya masih memiliki seabrek tugas lain.

Namun, ada acara penting yang ditunggu-tunggu para anggota PERKI Jaya yakni pindah ke kantor baru ke PERKI House yang terletak di Jalan Danau Toba 139 A-C, Bendungan Hilir, Jakarta.

Bangunan ruko tiga lantai itu diharapkan dapat lebih meningkatkan produktifitas dan lebih leluasa menjalankan aktivitas sekretariat. “Secara resmi nanti pindah ke PERKI House, di Bendungan Hilir, Tanah Abang. Namun untuk kantor sementara yang kita tempati sekarang masih kita pakai juga untuk kantor operasional karena letaknya dekat dengan tempat berbagai kegiatan seperti pelatihan-pelatihan. Nanti di PERKI House untuk kantor administrasi,” tutur staf sekretariat PERKI Jaya, Syuaib yang bertugas menata masalah keanggotaan dan hubungan luar. Selain Syuaib, ada Mbak Nisa yang selalu mengurus berbagai event di PERKI Jaya dan Mbak Nani yang mengatur rumah tangga sekretariat.

Sementara ini, aktivitas sekretariat masih berlangsung di salah satu ruangan di lantai 4 Pusdiklat RS Jantung Harapan Kita, Jakarta. Dari sanalah, sekretariat menjalankan berbagai aktivitas. Misalnya saja, acara rutin yang selalu dihadirkan oleh PERKI Jaya, antara lain pelatihan EKG sebanyak 3 kali sebulan.

“Tempatnya selalu kami laksanakan kadang-kadang di Wisma Fit (belakang RSIA Harapan Kita --red) atau di Hotel Bamboo Inn, di Jalan Kota Bambu (di samping RS Jantung Harapan Kita –red). Disesuaikan dengan jadwal dan situasi. Namun untuk ke depannya mungkin akan memilih di satu tempat saja,” tutur Syuaib.

Selain itu, PERKI Jaya mengadakan Jakarta Cardiovascular Summit (JCS) pada akhir tahun ini. “Insya Allah tahun ini, di bulan Oktober, tanggal 14-15 Oktober di Sheraton Hotel bersamaan dengan diadakannya acara ISICAM. Jadi nanti di sana, ada dua penyelenggara, satu tempat dan waktu, namun obyeknya berbeda. ISICAM lebih ditujukan untuk dokter-dokter spesialis, sedangkan JCS untuk dokter umum dan perawat".

PERKI Jaya juga memiliki berbagai kegiatan handalan untuk mengasah keahlian anggotanya. Misalnya mengadakan beragam pelatihan seperti pelatihan BHD/BLS untuk perusahaan-perusahaan yang berminat. “Ini dalam rangka edukasi kepada sumber daya manusia (SDM) mereka bahwa BHD perlu dimiliki terutama para securitynya,” kata Syuaib.

Untuk itulah, Syuaib berharap untuk pengurus PERKI Jaya yang terpilih saat ini dapat lebih bersemangat lagi menggiatkan aktivitas anggotanya. Apalagi kini jumlah anggota sekarang makin banyak. “Sudah mencapai 230 orang lebih, jadi perlu ditata dengan baik,” kata Syuaib.

Yang terpenting lagi, PERKI Jaya harus dapat mengayomi anggota. Saat ini, lanjut Syuaib, para pengurus PERKI Jaya sejak awal penerimaan atau pun perekrutan anggota sudah mengadakan berbagai pertemuan. “Jadi mereka sudah saling kenal. Bahkan kami juga sudah bikin acara santai yang fun sehingga terjalin komunikasi antara anggota junior dan senior,” kata Syuaib.

Tak hanya itu, lanjut Syuaib, di bawah kepengurusan PERKI Jaya yang dilantik pada Oktober silam, berbagai aktivitas keorganisasian mulai berlangsung lancar. “Untuk pengajuan surat-surat administrasi dan rekomendasi lebih mudah karena Ketua dan Sekjen ada di kawasan RS Harapan Kita. Kecuali jika mereka lagi tugas keluar kota atau cuti. Khusus untuk masalah keuangan memang harus ke RS Fatmawati dulu. Namun selama ini lancar-lancar saja,” katanya.

Lantas, apakah para pejabat PERKI Jaya juga kerap turun gunung melihat sekretariat? “Dibilang sering juga tidak karena mereka sangat sibuk, namun mereka sering memonitor via telepon atau WhatsApp. Mungkin karena sekretariat saat ini masih sementara. Kalau sudah pindah nanti mereka akan lebih sering datang ke sekretariat," tuturnya lagi.

[Tim InaHeartnews]




SUSUNAN PENGURUS PERKI JAYA MASA BAKTI 2016-2018



DEWAN PENASIHAT :
                  Dr. dr. Ismoyo Sunu, SpJP, FIHA
                  Dr. dr. Indriwanto S. Atmosudigdo, SpJP, FIHA
                  dr. Ismi Purnawan, SpJP, FIHA, MARS

KETUA                         : Dr. dr. Doni Firman, SpJP, FIHA
WAKIL KETUA            : dr. Hengkie F Lasanudin,SpJP, FIHA
SEKRETARIS              : dr. Siska Suridanda Danny, SpJP, FIHA
WAKIL SEKRETARIS  : dr. Puti Sarah Saus, SpJP, FIHA
BENDAHARA              : dr. Diah Retno Widowati, SpJP, FIHA
WAKIL BENDAHARA : dr. Yasmina Hanifah, SpJP, FIHA

DEPARTEMEN KEANGGOTAAN, REGULASI DAN REKOMENDASI
Koordinator : dr. Heru Chandratmoko, SpJP, FIHA
Anggota       : dr. Tjatur Bagus Gunarto, SpJP, FIHA
                        dr. Yahya Berkahanto Juwana, SpJP, PhD,FIHA
                        Dr. dr. Amiliana Mardiani Soesanto, SpJP,FIHA

DEPARTEMEN PENGEMBANGAN ORGANISASI, ADVOKASI-LEGISLASI
KEBIJAKAN DAN ETIKA

Koordinator : dr. Dolly RD Kaunang, SpJP, FIHA, SpKP
Anggota       : Prof. Dr. dr. Zainal Mustafa, SpJP, FIHA
                        dr. Ismugi, SpJP, FIHA
                        dr. Dafsah Arifa Juzar, SpJP, FIHA

DEPARTEMEN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN
BERKELANJUTAN (P2KB)

Koordinator : dr. Daniel PL Tobing, SpJP, FIHA
Anggota       : dr. Henry AP Pakpahan, SpJP, FIHA
                        dr. Amir Azis Alkatiri, SpJP, FIHA
                        dr. Vireza Pratama, SpJP, FIHA

DEPARTEMEN KESEJAHTERAAN ANGGOTA DAN
PENGABDIAN MASYARAKAT

Koordinator : dr. Frits RW Suling, SpJP, FIHA
Anggota       : dr. Betriza, SpJP, FIHA
                        dr. Hermawan, SpJP, FIHA
                        dr. Dyna Evalina Syahlul, SpJP, FIHA

DEPARTEMEN PENGEMBANGAN KEMITRAAN DAN KERJASAMA
Koordinator : dr. Taofan, SpJP, FIHA
Anggota       : dr. Zainuddin, SpJP, FIHA
                        dr. Elisa Feriyanti Pakpahan, SpJP, FIHA
                        dr. Wishnu Aditya Widodo, SpJP, FIHA

DEPARTEMEN MEDIA INFORMATIKA DAN PUBLIKASI
Koordinator : dr. Adrianus Kosasih, SpJp, FIHA
Anggota       : dr. Andria Priyana, SpJP, FIHA
                        dr. Luly Nur Wally, SpJP, FIHA