*** Diterbitkan oleh: Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia ***

The 31stWeekend Course on Cardiology (WECOC) 2019

BERTEMPAT di Sheraton Grand Jakarta, Gandaria City Hotel, Jl. Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta 12240, Yayasan Kardiovaskular Indonesia bekerja sama dengan Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI telah mengadakan acara ilmiah rutin tahunannya, yakni Weekend Course on Cardiology (WECOC). Sebagaimana biasanya, acara berlangsung selama 3 hari, namun untuk tahun ini, WECOC yang biasanya dilaksanakan dari Jumat-Minggu, digeser waktu menjadi Kamis-Sabtu, dan pada pergelaran yang ke-31 ini diadakan pada Jumat-Minggu (25-27) April 2019.

Acara dimulai dengan gelaran Workshop pada hari Kamis (25/04), ada 18 Workshop, dengan berbagai tema, antara lain: "Exercise Stress Test from A to Z", "External Counterpulsation Therapy (ECP)", "Rapid Examination uSing Cardiac Ultrasound Emergency (RESCUE)", "Heart Failure", "Preoperative Cardiac Assessment for Non Cardiac Surgery", "Academic Writing", "Venous Thromboembolism (VTE)", "Vascular Disease", "Pediatric Cardiology & Congenital Heart Disease", "Anticoagulant", "Electrocardiography", "Cardiac Auscultation", "Rheumatic Heart Disease", "Acute Coronary Syndrome", "Hypertension", "Anatomy Physiology (HANDS-ON)", "Electrophysiology (EP) & Pacing" dan "Imaging".

Dan pada hari Jumat-Sabtu (26-27/04) digelar 6 Symposium, 2 Plenary Session, 4 Lunch Symposium, Joint Session, Challenging Case, The Case from the Alumni dengan mengangkat tema: "Critical Congenital Heart Disease (CCHD): Looking Backward, Looking Forwards and Looking Sideways", "Returning to Work After Cardiac Procedure & Events", "Holistic Approach in Managing Modifiable CV Risk", "From Prevention to Acute Care", "Misdiagnoses in Cardiovascular Medicine: It could be Fatal", "Managing Comorbidities in Cardiac Disease", "Current Approach of Stable CAD", "New Approach in Treatment of Heart Failure", "Symptoms Based Approach in Cardiovascular", "Controversies in Cardiovascular Practices", "Optimizing the use Anticoagulant and Statin in Cardiovascular Disease", "Improving Cardiovascular Care, Clinical Practice for HCPs", "Stroke Prevention and Hipertension Management for a Better Life", dan "Managing Cardiovascular Continuum: From Hypertension to Clincial Impact".

Opening Ceremony dilaksanakan pada Jumat (26/04) dengan dihadiri oleh Kepala Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI, Direksi Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, Ketua Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Ketua Yayasan Jantung Indonesia, Guru-guru Besar, para Pembicara, Moderator, Undangan dan peserta.

Dalam video Sambutannya, Ketua Panitia WECOC 31 Dr. Dafsah A. Juzar, mengungkapkan bahwa WECOC sejak pertama kali diselenggarakan oleh para praktisi kesehatan Kardiovaskular se Indonesia dulu sampai sekarang ini adalah bertujuan untuk menanggulangi mortalitas masyarakat Indonesia yang kasusnya selalu meningkat dari tahun ke tahun.

"Wecoc merupakan Symposium penyakit kardiovaskuler yang pertama dan tertua di Indonesia. Diselenggarakan oleh Yayasan Kardiologi Indonesia bekerja sama dengan Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI", ungkap Ketua Yayasan Kardiovaskular Indonesia DR.Dr. Ismoyo Sunu. Kepala Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI, Dr. Renan Sukmawan, mengulas bahwa Symposium yang disertai 16 rangkaian workshop, tahun ini ditambah 2 tema lagi yakni "Venous Thromboembolism" dan "Anticoagulant".

Video sambutan ini diakhiri dengan ucapan selamat datang kepada para peserta Workshop maupun Symposium oleh ketiga pejabat WECOC ke-31 tahun 2019 ini.

Suasana saat penayangan video sambutan WECOC 31

Sambutan dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang diwakili oleh Manajer Kerjasama, Ventura dan Hubungan Alumni FKUI, DR.Dr. Andon Hestiantoro, SpOG(K), MPH, yang mengungkapkan bahwa FKUI selalu berupaya menjalankan peran terbaiknya dalam hal pendidikan, penelitian dan pelayanan kepada masyarakat, salah satu realisasinya dalam bentuk penyelenggaraan acara kegiatan WECOC ini yang diselenggarakan oleh Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI.

"Sesuai dengan visi FKUI, To create infinite experience for all through Academic Health system maka WECOC akan menampilkan materi-materi yang sangat bermanfaat dalam symposium, seminar dan workshop", tambahnya.

"Berharap semua peserta dapat mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dan akan menjadi pembelajaran yang berharga kedepan", Dr. Andon berharap.

Seusai sambutan, tampil ke depan Dr. Dafsah A. Juzar (Ketua Panitia WECOC 31), DR.Dr. Ismoyo Sunu (Ketua Yayasan Kardiovaskular Indonesia), Dr. Renan Sukmawan (Kepala Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI), dan Dr. Andon Hestiatoro (mewakili Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia) bersama-sama menekan tombol sirine sebagai tanda resmi dibukanya acara WECOC ke-31 tahun 2019.

Di penghujung Opening Ceremony WECOC 31 ini, diadakan penyerahan secara symbolis buku "Referensi Terapi Farmakologi Penyakit Kardiovaskular" yang merupakan kolaborasi antara Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI dan Departemen Farmakologi Klinik dan Terapetik FKUI, oleh Dr. Surya Dharma selaku bagian dari team editor buku itu kepada DR.Dr. Andon Hestiatoro.

Dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis 16 buku Workshop WECOC 31 yang disusun oleh Departemen Kardiologi oleh Ketua Panitia WECOC 31 Dr. Dafsah A. Juzar kepada Direksi RSJPD Harapan Kita yang diwakili oleh Dr. Basuni Radi, menandai launching penjualan buku Workshop WECOC 31.



Empat orang dari kiri (Dr. Surya Dharma, Dr. Renan Sukmawan, Dr. Wawaimuli Arozal dan Prof. Frans D. Suyatna) adalah Team Editor buku "Referensi Terapi Farmakologi Penyakit Kardiovaskular".

Suasana saat Opening Ceremony





Pengiring musik dan lagu selama berlangsungnya Opening Ceremony ini adalah Facemaker Choir & Maple Orchestra, dengan konduktor Dr. Radityo Prakoso, Pianis: Melina Purba. Facemaker Choir terdiri dari dokter-dokter muda, Dokter Umum, PPDS FKUI serta Perawat PJN Harapan Kita.


Sebagian booth exhibition



Suasana di ruang Registrasi dan pembagian badge

Adapun Speaker, Moderator dan Panelis dari dalam dan luar negeri yang turut serta mendukung acara WECOC 31 ini, diantaranya: Ade M. Ambari, Aditya Sembiring, Afdhalun Hakim, Almudai, Amiliana M. Soesanto, Amir A. Alkatiri, Anna U. Rahajoe, Anwar Santoso, Arieska A. Soenarta, Bambang Budiono, Bambang B. Siswanto, Bambang Dwiputra, Bambang Widyantoro, Basuni Radi, Budhi Setianto, Budi Wiweko, B.R.M. Ario S. Kuncoro, Carmonthy Hutagalung, Celly A. Atmadikoesoemah, Dafsah A. Juzar, Daniel P.L. Tobing, Dede Kusmana, Dian Zamroni, Dicky A. Hanafy, Doni Firman, Dony Y. Hermanto, Dwita R. Desandri, Elen, Estu Rudiktyo, Ganesja M. Harimurti, Hadi Purnomo, Hananto Andriantoro, Hidayat, Indriwanti S. Atmosudigdo, Irmalita, Isman Firdaus, Ismoyo Sunu, Jetty H. Sedyawan, Lies Dina Liastuti, Manoefris Kasim, Muhammad Fadil, Muhammad Yamin, Muhammad Yusak, Nazirah Istianisa, Nani Hersunarti, Nur Haryono, Oktavia Lilyasari, Olfi Lelya, Paskariatne P. Dewi, Poppy S. Roebiono, Pradana Tedjasukmana, Radityo Prakoso, Rakhmad Hidayat, Ramesh Singh (Malaysia), Rarsari S. Pratikto, Renan Sukmawan, Rina Ariani, Rita Zahara, Rossana Barack, R.W.M. Kaligis, Santoso Karo-Karo, Siska N. Siagian, Siska S. Danny, Siti E. Nauli, Sony H. Wicaksono, Suci Indriani, Suhendi Wijaya, Suko Adiarto, Sunu B. Raharjo, Surya Dharma, Taofan, Vidya G. Rejeki, Vienna Rossimarina, Vireza Pratama, Yoga Yuniadi, Yovi Kurniawati, Yusuf Galenta.

Sebagian para pembicara dari dalam dan luar negeri

Sesi sympo di dua ballroom dan ruangan





Sesi case presentation dan poster di luar ruangan


Beragam cara para peserta sympo dalam memanfaatkan waktu di acara rehat, mempelajari isi dari poster-poster yang tersedia, berkunjung ke booth-booth farmasi, membeli peralatan medis, membeli buku referensi, membeli cinderamata ataupun sekedar berselfie ria.




Acara Quis: Cardiology in Jeopardy, berlangsung di penghujung acara WECOC 31, dimana acara symposium sudah berakhir semua. Bertindak sebagai juri: Dr. Jetty H. Sedyawan, Prof. Dede Kusmana dan Prof. Budhi Setianto.


Ada 4 Kelompok yang bertanding, yakni:

  • Kelompok A: Dr. Brian Mendel (RSCM), Dr. Daniel Edward (RSCM), dan Dr. Hansel Tengara (RSCM)
  • Kelompok B: Dr. Audie Christopher (RSUD Sumedang), Dr. Evan Hindoro (RSUD Bengkalis), dan Dr. Widuri Wita (RSUD Sumedang)
  • Kelompok C: Dr. M. Risandi (RSUD Sofifi, Maluku Utara), Dr. Jimmy OI (RS Otorita Batam), dan Dr. Arvin Pramudita (RSK Marianum Halilulik Atambua)
  • Kelompok D: Dr. Wendy Wiharja (RS Siloam Karawaci), Dr. Raymond Pranata (RS Siloam Karawaci), dan Dr. Caesar Rio (RS Siloam Kebon Jeruk)

Dan...... keluar sebagai juara Quis: Cardiology in Jeopardy WECOC 31 ini adalah:

  • Juara PERTAMA: Kelompok C
  • Juara KEDUA: Kelompok A
  • Juara KETIGA: Kelompok D.

Inilah para Juara Quis: Cardiology in Jeopardy WECOC 31, didampingi Panitia

Inilah para sesepuh, senior Kardiologi Indonesia beserta para speaker WECOC 31

Ini sebagian dari Panitia WECOC 31 yang telah bekerja tanpa lelah demi suksesnya acara.

Pada Closing Ceremony diumumkan, bahwa peserta yang terdaftar pada WECOC 31 ini berjumlah 860 peserta, dan peserta Workshop 483 peserta.

Abstrak yang tiba di meja panitia WECOC 31 berjumlah 123 abstrak datang dari Jakarta, Manado, Makassar, Batam, Tulung Agung, Malang, Bandung, Medan, Solo, Tanjung Pinang, Blora Padang, Paser Utara, Kaltim, Lampung, Bekasi, Sumedang, Subang, Cianjur, Cilegon, Klungkung Bali, Yogya, Semarang, Tangsel, Depok dan Bogor.

Dan diumumkan pula para pemenang Moderated Poster, Case Report dan Original Research, hasilnya seperti di bawah ini:

MODERATED POSTER CASE REPORT

Juara Nama Asal Judul
I ?????????? Kalimantan Tengah "????????"
II Rissa Ummy/Edwin Adhi Darmawan Batubara FKUI "Isolated De Bakey Type II and Type III-A Chronic Aortic Dissection. What Should We Do?"
III Dimas Setiaji RSIY PDHI Yogyakarta “Successful Electrical Cardioversion in Late Pregnancy Woman with Supraventricular Tachycardia: A Case Report”

MODERATED POSTER ORIGINAL RESEARCH

Juara Nama Asal Judul
I Zunaidi Syahputra FK USU Medan “Development, Internal Validation, and Calibration of A Risk Score to Predict Malignant Ventricular Arrhythmias in Patients with Myocardial Infarction Presenting Late After Symptoms Onset”
II Nia Atmim Suyani RSUD Dr. Iskak Tulungagung “Predictors of In-Hospital Mortality of ST Elevation Myocardial Infarction (STEMI) Patients Undergoing PCI in Dr. Iskak General Hospital Tulungagung”
III Poundra Adhisatya Pratama RS Sariningsih Bandung “Correlation between Duration of Hemodialysis and Echocardiographic Left Ventricular Dimensions”

"Homecoming Day 2019", itulah acara yang digemakan sore hari seusai dari keseluruhan rangkaian acara WECOC 31 digelar. Acara Temu Kangen Alumni Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini dilaksanakan bertempat di Ruang Emerald-Saphirre (27/04). Kali ini para peserta undangan diwajibkan berpakaian ala tahun 70-an.


Bertindak sebagai pembawa acara, sepasang MC dari Nestle Indonesia sebagai promotor acara
bersama dengan Dr. Muhammad Fadil, SpJP (Padang)

Sebagai pembukaan Kepala Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI, Dr. Renan Sukmawan bersama Dr. Suko Adiarto (coordinator scientific committee) mengucapkan selamat datang kepada para tamu undangan, para kardiologis dari berbagai angkatan, para pecinta almamater FKUI.

Dalam sambutannya Dr. Renan memperkenalkan Ketua Ikatan Alumni Program Studi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FKUI (ILUNI) yang baru terbentuk. Sebagai Ketuanya adalah Dr. Afdhalun Hakim, yang bertugas di Otorita Batam Hospital. Beliau saat ini menjabat juga sebagai Ketua PERKI Kepulauan Riau.

"Untuk Program pertamanya dari ILUNI ini pada bulan Juli akan mengadakan Baksos sekaligus Penelitian Epidemiologi di kawasan Kepulauan Natuna," ungkap Dr. Renan memaparkan program pertama dari ILUNI FKUI itu. "Kenapa Natuna yang dipilih? Berdasarkan Riskesdas 2007 tercatat Natuna adalah kabupaten dengan prevalensi hipertensi tertinggi di Indonesia dengan 53%," ungkap Dr. Renan. "Karena itulah kita pilih Kepulauan Natuna", tegasnya.

Selanjutnya Dr. Renan mengajak segenap para alumni untuk turut aktif dalam kegiatan ini, dan berpesan agar proyek ini bisa berjalan dengan baik dan mencapai sasaran.

Acara dilanjutkan dengan berfoto bersama dari berbagai angkatan untuk mengabadikan momen-momen kebersamaan yang sangat langka dan susah untuk dilaksanakan ini, karena untuk mempertemukan orang-orang sibuk seperti para kardiolog ini tidaklah mudah bahkan boleh dikata sangat sangat susah.

Para Kardiolog dari berbagai angkatan

Sebagaimana biasanya, acara diisi dengan berbagai hiburan, dan permainan game dari peserta, untuk peserta. Yang tujuannya tidak lain untuk menambah keakraban dan membina tali silaturrahmi antar kardiolog baik yang seangkatan ataupun lintas angkatan.

Selama acara berlangsung, grup arrhythmia Band bertindak menjadi background musik dan lagu yang turut menghidupkan momen kebersamaan itu.