*** Diterbitkan oleh: Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia ***

Webinar PERKI 2019: PNPK

Selasa 20 Agustus 2019 bertempat di Lt.2 gedung Heart House PP PERKI, Jl. Katalia Raya 5, Jakarta Barat, telah dilaksanakan Webinar. Pesertanya datang dari berbagai daerah di Indonesia, para ketua PERKI CABANG atau utusannya.

Tidak seperti webinar-webinar biasanya, kali ini topik yang dibahas lebih serius daripada makalah atau perkembangan ilmu terkini. Apa yang dibahas?

Sejak BPJS diterbitkan 2014 sampai sekarang tidak ada satupun draft legal formal tentang PNPK di Indonesia yang dilahirkan dari organisasi profesi. Baru ada satu PNPK Pelayanan Primer sebagai draft yang dipakai oleh Menteri Kesehatan.

Pemerintah meminta PERKI untuk membuat PNPK jantung, yang nantinya akan dijadikan acuan bagi BPJS dan Pemerintah untuk mengambil kebijakan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Meskipun PNPK (Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran) ini telah disusun oleh team penyusun yang terdiri dari orang-orang pilihan bentukan PP PERKI, namun tetap menampung masukan-masukan dari PERKI Cabang untuk penyempurnaannya. Karena itu PP PERKI mengundang para ketua PERKI Cabang untuk hadir dalam pertemuan ini. Dan untuk mengantisipasi utusan-utusan Cabang yang tidak bisa hadir karena jarak yang jauh dan keterbatasan waktu, maka rapat PERKI ini di-broadcast dengan Webinar ini, ungkap ketua PP PERKI, Dr. Isman Firdaus saat membuka pertemuan ini.

"Ada lima PNPK yang akan disusun dan diajukan PERKI ke pemerintah, dua diantaranya yang akan dibahas pada Rapat PERKI kali ini", kata Dr. Isman. "Yakni Angina Pektoris Stabil dan PCI", tambahnya.

Rapat PERKI 'diperluas' (demikian Dr. Isman memberi istilah pada rapat yang dibroadcast ini), diawali dengan pembahasan PNPK Angina Pektoris Stabil, oleh Dr. Amir Aziz Alkatiri, yang dimoderatori oleh Dr. Dafsah Arifa Juzar. Pembahasannya cukup alot karena banyak masukan dari peserta. Namun alhamdulillah berjalan lancar dan sesuai jadwal. Begitupun pada pembahasan kedua, tentang PNPK Intervensi Koroner Perkutan (PCI) oleh Dr. Yudi Her Octaviono, dengan moderator Dr. Ade Meidian Ambari.

"Tujuan PNPK secara umum untuk meningkatkan kualitas pelayanan penanganan angina pektoris stabil dan PCI dengan mengutamakan keselamatan pasien (patient safety), dan tujuan khususnya membuat pernyataan yang evidence based", kata Dr. Dafsah.

"PNPK yang tengah disusun ini sifatnya general, diharapkan nantinya akan menjadi panduan untuk masing-masing rumah sakit dalam membuat PPK sesuai dengan sumber daya dan fasilitas yang ada," tambah Dr. Dafsah.

Mudah-mudahan semua dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana bersama. Amin.*




(liputan ARiS/IHN)