*** Diterbitkan oleh: Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia ***


Peringatan HUT PERKI ke-62
Pada Sabtu, 16 November 2019, PERKI telah mengadakan acara peringatan HUT PERKI yang ke 62, bertempat di Ballroom 1, Level 6, InterContinental, Pondok Indah Jakarta. Dihadiri oleh para mantan Presiden PERKI, Presiden PERKI, Ketua Dewan Etik PERKI, Ketua Kolegium PERKI, Senior dan keluarga besar PERKI dan Pengurus PERKI Cabang.


Panitia Pelaksana HUT PERKI 62, Sekretariat PP PERKI bersama Dr. Octavia Lilyasari.


Dr. Radityo Prakoso (Presiden Elect), Dr. Octavia Lilyasari, Dr. Isman Firdaus (Presiden PERKI) dan istri.


Panitia Pelaksana dari Dokter-dokter PPDS.


PARA TAMU UNDANGAN













Dr. Radityo Prakoso bersama Mapple Orchest dan para vokalisnya yang memeriahkan acara



Dr. Isman Firdaus, selaku Presiden PERKI memberi sambutan.

Dalam sambutannya Presiden PERKI, Dr. Isman Firdaus mengingatkan kepada seluruh pengurus PERKI, di jaman yang sudah modern dimana teknologi informasi kardiologi sudah canggih dan tak terbendung seperti sekarang ini, harus disambut tidak boleh tidak untuk ikut membaur nge”blend”, bergabung, terjun dalam dunia teknologi ini jangan hanya menjadi follower, pengekor, tetapi harus menjadi agen2 trendsetter, harus lebih aktif di ajang2 internasional baik ilmiah maupun organisasi, bukan hanya sebagai peserta, tetapi menjadi speaker, presenter, autor, moderator, bahkan diharapkan menjadi organizer, Leader2 di organisasi internasional. Mimpi PERKI ke depannya ketua AFC, IECC, APHRS, Leader Asia Pasific, Workshop2 internasional kita giring ke Indonesia, tidak hanya melulu di luar negeri.

“Dalam situasi sekarang, PERKI harus memperbaiki internal PERKI sendiri, PERKI harus kuat, internal PERKI harus rapi, sehat dan sinergi, antara Cabang, Departemen2 dibawah PERKI, Kolegium, Pokja, Dewan Etik harus seiring sejalan mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PERKI,” ungkap Dr. Isman.

Diakhir sambutannya Presiden PERKI, meminta seluruh anggota PERKI untuk berpegang teguh pada nilai2 etika dan profesionalisme serta taat pada landasan organisasi PERKI, AD dan ART.


Prof. Asikin Hanafiah, sebagai senior PERKI memberikan sambutan.

Prof. Asikin Hanafiah, seorang senior dan pendiri PERKI dalam sambutannya, menuturkan sejarah pembentukan PERKI dari awal, mulai dari perjuangan Dr. Gan Tjong Bing dalam mendirikan PERKI. Dilanjutkan oleh Dr. Sukaman sebagai penerus pembentukan pengurus PERKI ke-2.

“Kita semua harus berubah, dijaman ini kita mudah belajar dan tahu semua dengan adanya HP. Tapi yang harus dikembangkan sekarang adalah ‘Otak Kamu... otak kamu’, sebab human index orang Indonesia sangat rendah dibanding dengan orang Singapura, Vietnam, Malaysia,” Prof. Asikin mengingatkan.

Dulu kita sudah dapat menyelenggarakan Asian Kongres, Workshop tingkat dunia, sekarang Kongres Kardiologi Dunia mesti dapat di Indonesia di masa depan, sasaran berikutnya untuk PERKI, pesan Prof. Asikin mengakhiri sambutannya.


Prof. Dede Kusmana, menuturkan sejarah pembentukan PERKI.

Prof. Dede Kusmana sebagai senior PERKI menuturkan sejarah pembentukan PERKI dibantu beberapa slide. PERKI yang dibentuk pertama kali di Rumah Sakit Sint Carolus, melaksanakan Kongres Nasional Pertamanya diadakan di Taman Ismail Marzuki Jakarta, anggotanya harus profesional dan punya kemampuan teknologi juga etika.

Kembali Prof. Dede Kusmana pun mengharapkan anggota PERKI harus profesional yang mendunia, “Nanti World Congres of Cardiology harus di Indonesia”, harapnya.

“PERKI Jaya bukan untuk Jakarta, tetapi untuk Indonesia”, tegas Prof Dede.

Acara peringatan ulang tahun PERKI ke-62 ini ditutup dengan berdoa bersama yang dipimpin oleh Dr. Noorharyono, dan dilanjutkan dengan foto bersama.


Dr. Noorharyono memimpin doa bersama untuk kemajuan PERKI.


Para pejabat PERKI berfose sebelum acara “tiup lilin”.


“tiup lilin” HUT PERKI ke-62.


Presiden PERKI memotong kue Ultah PERKI ke-62.



Para Sesepuh/Senior PERKI dan para pejabatnya. Nampak duduk di barisana depan, Dr. Noorharyono, Dr. Mochtar Hanafy, Prof. Budhi Setianto, Prof. DR. Dr. Idris Idham (Ketua PP PERKI 2004-2006), Dr. Manoefris Kasim (Ketua PP PERKI 2002-2004), Prof. DR. Dr. Dede Kusmana (Ketua PP PERKI 1994-1997), Prof. Dr. Asikin Hanafiah (Ketua PP PERKI 1978-1981 dan 1987-1991), Prof. Dr. Lily I. Rilantono (Ketua PP PERKI 1984-1987), DR. Dr. Muhammad Munawar (Ketua PP PERKI 2006-2008), Dr. Ismoyo Sunu (Ketua PERKI 2016-2019), Dr. Anna Ulfah Rahajoe (Ketua PP PERKI 2010-2012), Dr. Fritz RW Suling, Dr. Jetty RH Sedyawan, Dr. Santoso Karo Karo (Ketua PP PERKI 1998-2002), DR. Dr. Isman Firdaus (Ketua PERKI 2019-2022) berdiri di belakang Prof Lily I Rilantono.


Prof Dede Kusmana dengan foto diri, sebagai Presiden PP PERKI (1994-1997)



Nampak Dr. Isman Firdaus, Dr. Ismoyo Sunu, Prof. Idris Idham, dan lainnya berpoco-poco ria.


Prof. Asikin Hanafiah, Ibu Laksmiati A. Hanafiah (Yayasan Jantung Indonesia) dan Dr. Dafsah Arifa Juzar.


3 pasanganga serasi, Dr. Mochtar Hanafy bersama istri; Dr. Santoso Karo Karo bersama istri; Dr. Ismoyo Sunu bersama istri.


Prof. Asikin Hanafiah dengan foto diri sebagai Presiden PP PERKI PERKI (1978-1981 dan 1987-1991) didampingi Dr. Dafsah Arifa Juzar.


Dr. Isman Firdaus, Dr. Radityo dan Dr. Dafsah A. Juzar ditengah personil Sekretariat PP PERKI.