*** Diterbitkan oleh: Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia ***

Pelantikan Pengurus Baru INASH 2018-2021

Bertempat di Hermitage Hotel Jakarta, Jl. Cilacap No.1 Menteng Jakarta Pusat pada Minggu, 8 Juli 2018, telah berlangsung Pelantikan Pengurus baru Indonesian Society of Hypertension (InaSH) masa bakti 2018-2021. Dengan dihadiri oleh Ketua Umum PB IDI, Ketua PERNEFRI, Ketua PERDOSSI, PAPDI, PERKI, acara ini berlangsung dengan lancar dan khidmat walaupun acara dimulai menjelang tengah hari (pukul 11.00 wib) dimana udara di luar ruangan sudah berubah dari hangat menjadi panas terik, udara di tengah kota Metropolitan Jakarta.

Dr. Tunggul D. Situmorang, SpPD-KGH, Ketua Umum PERHI yang baru dilantik pada sambutannya mengatakan, PERHI / InaSH adalah perhimpunan seminat yang diprakarsai oleh 3 disiplin ilmu profesi, PERDOSSI, PERKI dan PERNEFRI, ketiga profesi ini merasakan betul bahwa hipertensi merupakan suatu hal yang harus ditanggulangi secara bersama-sama, karena hipertensi di seluruh dunia adalah jumlah yang sangat besar baik itu dari jumlah pembiayaaan dan akibat2nya didalam terjadinya kegagalan organ2 dalam tubuh. "Upaya yg harus dilakukan untuk mengurangi beban biaya maupun mortalitas adalah prevensi primer."

"Karena itulah maka PERHI didalam aktivitasnya sesuai dengan visi dan misinya selalu menekankan bahwa penanggulangan hipertensi ini harus dilakukan dari awal, dan kemudian penanggulangan dan informasinya harus diberitahukan seluas mungkin kepada masyarakat, kepada pemberi pelayanan kesehatan, bahkan yang lebih penting adalah kepada para pembuat keputusan," tambahnya. Diharapkan pada periode kepengurusan yang baru ini selain daripada meneruskan program2 kepengurusan lama, selain aktivitas annual meeting dst, maka kita juga akan menekankan pada penelitian2 epidemiologis sebagai prevention dan juga untuk menghubungi semua pihak terkait, baik masyarakat dan pemerintah untuk melakukan gerakan GPH (Gerakan Peduli Hipertensi), sebagaimana negara2 lain yang sudah melakukan kegiatan ini, tandasnya Dr. Tunggul.

Prof. Dr. Ilham Oetama Marsis, Ketua Umum PB IDI, dalam sambutanya mengatakan Kebutuhan dokter spesialis pada tahun 2025 untuk Indonesia 76.500 dokter spesialis, dengan 10 rumah sakit pendidikan yang rata2 dapat memproduksi 150 spesialis per tahunnya target itu tidak akan terpenuhi, karena itu perlu dilakukan terobosan2 program percepatan baru untuk segera dapat memenuhi kebutuhan itu jangan sampai pemenuhan kebutuhan itu ditutupi oleh serbuan dokter2 spesialis dari negara lain yang memang untuk di negaranya sendiri mereka sudah melampaui target kebutuhan mereka.

"Saya secara pribadi maupun secara organisasi mengharapkan PERHI agar dapat membantu negara kita dalam program percepatan ini," tegasnya.

Acara pelantikan ditutup dengan pembacaan doa bersama dipimpin oleh Pak Heru Ismanto.






Ikrar Janji Pengurus baru dipimpin oleh Ketua PB IDI, dilanjutkan ucapan selamat kepada para Pengurus Baru.



Pengurus baru PERHI/InaSH periode 2018-2021 bersama Ketua Umum PB IDI, PERNEFRI, PERDOSSI, PAPDI dan PERKI.

Selamat bertugas para Pengurus baru, tantangan di hadapanmu telah menanti untuk dilalui.*