*** Diterbitkan oleh: Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia ***

The 27th Annual Scientific Meeting of Indonesian Heart Association

Pada 19-22 April lalu, bertempat di Ritz Carlton Hotel Jakarta, telah digelar pertemuan ilmiah tahunan terbesar dan bergengsi ‘milik’ Ina Heart Association (IHA), Annual Scientific Meeting of Indonesian Heart Association (ASMIHA) yang ke-27.

Pertemuan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan khusus profesi yang berhubungan dengan manajemen dan pengobatan penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) bagi dokter umum, ahli jantung, ahli bedah kardiovaskular, dokter anak, internis, perawat, mahasiswa kedokteran dan profesional kesehatan lainnya yang berminat mendalami masalah kardiovaskular. Karenanya panitia telah menggandeng beberapa organisasi dunia untuk mensukseskan acara ini, diantaranya Asian Pacific Society of Cardiology (APSC), American College of Cardiology (ACC), European Society of Cardiology (ESC), ASEAN Federation of Cardiology (AFC), Cardiac Society of Australia and New Zealand (CSANZ), dan the Japanese Circulation Society (JCS).

Program ilmiah yang ditampilkan berupa workshops, lectures, debates, case presentations, late breaking studies, young investigator award, free paper, poster presentation, serta symposium yang dikemas menjadi 5 Plenary Session, 26 Symposium, 9 Lunch Symposium dan 5 Breakfast Symposium.

DR.Dr. Amiliana M. Soesanto, SpJP(K) selaku Chairman Organizing Committee, dalam kata sambutannya pada Opening Ceremony, berterima kasih kepada 31 pembicara asing dan 219 kontributor nasional yang sudah membantu mewujudkan acara ini. Selain itu, beliau mengapresiasi 2.318 peserta symposium termasuk peserta asing dari 3 negara, dan peserta 432 orang peserta workshop yang telah menyempatkan waktunya untuk datang dan menggali ilmu di acara ini. Beliau berharap seluruh hadirin dapat merasakan manfaat nyata dari acara ini.

DR.Dr. Ismoyo Sunu, SpJP(K) selaku President of IHA dalam sambutannya menekankan betapa pentingnya peran ASMIHA sebagai media transfer pengetahuan, mengingat 17,3 juta kematian di dunia disebabkan oleh penyakit kardiovaskular (2008), dimana 7,3 juta diantaranya disebabkan oleh penyakit jantung koroner dan 6,2 juta diantaranya disebabkan oleh stroke. Transfer dan pertukaran pengetahuan melalui acara ini sangat diperlukan untuk mencapai satu tujuan, yakni menurunkan prevalensi dan insidensi penyakit jantung.

Sambutan selanjutnya datang dari Menteri Kesehatan R.I. yang dibacakan oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan, Dr. Tri Hesty Widyastoeti Marwotosoeko, SpM, MPH. Beliau menekankan pentingnya pengetahuan yang terkandung di dalam acara ini guna menurunkan prevalensi dan faktor risiko penyakit jantung di Indonesia melalui modifikasi yang menyesuaikan aspek kebangsaan, sosioekonomi, dan budaya.

Menkes pada penutupan sambutannya berharap adanya peran serta aktif dari organisasi profesi dalam proses pengembangan pelayanan kesehatan terhadap peny. jantung dan pembuluh darah di Indonesia. “Kerjasama yang baik perlu dijalin diantara pihak pemerintah dalam hal ini Kemenkes maupun organisasi profesi yang terkait yakni PERKI, PAPDI, IYAI, PBTKVI dan lainnya serta semua unsur terkait lainnya dimasa mendatang hendaklah dapat saling menyamakan paradigma berpikir lebih memperhatikan aspek pencegahan penyakit dan promosi untuk hidup sehat bagi masyarakat.”



Selesai menyampaikan sambutan Menkes, Dr. Tri Hesty Widyastoeti melakukan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya acara Asmiha 27, dengan didampingi Dr. Ismoyo Sunu dan Dr. Amiliana M. Soesanto.

Suasana saat Opening Ceremony







Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada Opening Ceremony ASMIHA 27 ini, untuk pertama kalinya dengan bangga PERKI memberikan penghargaan khusus untuk para kardiolog yang paling menginspirasi (> 50 tahun) dan paling berpengaruh (< 50 tahun) di Indonesia. Penghargaan ini merupakan hasil pertimbangan PERKI menilai dedikasi, integritas, dan kontribusi para kardiolog yang dikenal secara luas.

Pada kesempatan kali ini, yang mendapatkan penghargaan itu adalah DR.Dr. Muhammad Munawar, SpJP(K) dengan predikit dokter paling menginspirasi dan Dr. Isman Firdaus, SpJP(K) sebagai dokter paling berpengaruh. Penghargaan diberikan oleh Dr. Antonia Anna Lukito, SpJP(K) sebagai perwakilan dari dewan pertimbangan penghargaan PERKI.



Acara ditutup oleh penampilan Paduan Suara Pacemaker Choir yang terdiri dari: PPDS Kardiologi FKUI, Dokter2 muda dari berbagai Fakultas Kedokteran di Indonesia dan Perawat RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita yang membawakan lagu daerah “Kampuang nan jauh di mato”.

Registrasi dan backdrop ASMIHA 27

Sebagian booth pameran



Selama empat hari sesi ilmiah ini peserta telah dijejali sesi-sesi yang lebih interaktif, ilmu-ilmu terbaru pada latihan jantung akut, gagal jantung, pencegahan, hipertensi, sindrom kardio-metabolik, pembedahan, ekokardiografi, elektrofisiologi, penyakit vaskular, pencitraan kardiovaskular, intervensi, kardiologi pediatrik dan dapat berinteraksi dengan rekan-rekan dari seluruh dunia.

Selain itu peserta bisa melihat dan mendengar langsung para petinggi organisasi-organisasi mancanegara yang terlibat dalam profesi ini membawakan makalahnya, seperti Dr. Teerapat Yingchoncharoen dari Asian Pacific Society of Cardiology (APSC), Prof. Salim Virani dari American College of Cardiology (ACC), Dr. Nina Ajmone Marsan dari European Society of Cardiology (ESC), Dr. Richard Ng dari ASEAN Federation of Cardiology (AFC), Prof. Noriaki Emoto dari Japanese Circulation Society (JCS), Prof. Aaron Sverdlov and Prof. Mayanna Lund dari Cardiac Society of Australia and New Zealand (CSANZ), Dr. Ng Wai Kiat (National Heart Association of Malaysia), Dr. Sofian Johar (Brunei Cardiac Society), Dr. Khancit Likittanasombat (The Heart Association of Thailand), Dr. Ong Hean Yee (Singapore Cardiac Society) dan Dr. Nanette Rey (Filipina Heart Association).

Dalam tahun ini IHA telah bekerjasama pula dengan InaEcho untuk memberikan pengetahuan dan teknologi terbaru tentang pencitraan kardiovaskular, karena semakin pentingnya penggunaannya dalam pengaturan klinis.

Ada satu topik yang menarik yang belum pernah dibahas sebelumnya, yakni perspektif kesehatan kardiovaskular di Haji istitha’ah, mengingat banyak jamaah haji yang pergi haji dengan kondisi kardiovaskular yang tidak sesuai yang dapat membahayakan nyawanya.

Sebagian para pembicara dari manca negara

Sesi sympo di tiga ballroom



Sesi case presentation dan poster


Penghargaan Panitia Pelaksana kepada booth farmasi yang telah ikut meramaikan acara



Panitia ASMIHA 27, selain menyediakan pembaruan terkini tentang masalah kesehatan kardiovaskular, tetapi juga mendorong praktisi kesehatan untuk berkontribusi pada kemajuan pengetahuan kardiovaskular. Terbukti dengan mengalirnya abstrak dari 32 propinsi se Indonesia ke meja team seleksi Panitia. Hanya 2 propinsi saja yang belum menyumbangkan abstraknya yakni Sulawesi Tengah dan Maluku.

Jumlah abstrak yang masuk ada 314 abstrak, setelah proses seleksi, akhirnya terpilih 287 abstrak yang telah dipresentasikan selama ASMIHA berlangsung. Semua abstrak akan dimuat dalam European Heart Journal (suplemen).

Distribusi abstrak dari 13 Pusat Pendidikan Kardiologi seluruh Indonesia, hanya dari Univ. Syah Kuala, yang merupakan Pusat Pendidikan yang baru berdiri untuk tahun ini belum berpartisipasi.


Best Poster Presentation

Session Finalists Faculty Title
I Novita G. Liman, MD Departemen of Cardiology and Vascular Medicine, Faculty of Medicine, University of Indonesia "Prognostic Significance of Community Versus Hospital Acquired Hypochloremia in Heart Failure"
II Yasmine Fitrina Siregar, MD Faculty of Medicine, University of Sumatera Utara, Medicine of Haji Adam Malik General Hospital "Cardiac Power Output Predicts In-Hospital Major Adverse Cardiac Events in Patients with Acute Myocardial Infarction"
III Vienna Rosalinda, MD Faculty of Medicine, Gajah Mada University “Correlation between Tricuspid Anular Plane Systolic Exercusion (Tapse) and Peak Systolic Velocity on Anulus Tricuspid (S’) with Mean Arterial Pulmonary Pressure (Mpap) on Atrial Septal Defect Patient”
IV Aisyah, MD Primary Health Care of Makassar, Jakarta Facial Cold Stimuli to Treat Supraventricular Tachycardia at Makasar Subdistrict Primary Health Care, Jakarta, Indonesia: A Case Report”


Best Oral Presentation

Session Finalists Faculty Title
I Fahmi Rusnanta, MD Faculty of Medicine, Department of Cardiology and Vascular, University of Brawijaya, Malang, Indonesia “Cardiovascular Autonomic Neuropathy is a Predictor for Chronotropic Incompetence Measured by Treadmill Exercise Test”
II Nenny Novita Sitohang, MD Faculty of Medicine, University of Sumatera Utara, Department of Cardiology and Vascular Medicine of Haji Adam Malik General Hospital “Prognostic Value of Unstable Clinical Index as a Simple Tool in Short-term Mortality in Patients Admitted to Hospital with Acute Heart Failure Syndromes”
III Mia A. Callista, MD Department of Cardiology and Vascular Medicine, Faculty of Medicine, University of Indonesia “Predictor of Right Ventricular Systolic Dysfunction After Undergoing Mitral Valvular Surgery”


Best Cardiovascular Research Forum

Session Finalists Faculty Title
Saint A. Fitriani Ghaznawie, MD Department of Cardiology and Vascular Medicine, Faculty of Medicine, Hasanuddin University Makassar Indonesia “Hypoxic Preconditioning Effects on the Expression of Intracellular Heat Shock Protein (HSP) 27, HSP 70, and HSP 90 in Cultured Adipocyte-Derived Mesenchymal Cell (AMSCs)”
Clinical Bertha G. Napitupulu, MD Faculty of Medicine, University of Sumatera Utara, Department of Cardiology and Vascular Medicine of Haji Adam Malik General Hospital “Predictive Discrimination Power of EuroSCORE II and The Addition of TAPSE to EuroSCORE II Improving the Predictive Discrimination Power on In Hospital Mortality After Cardiac Surgery in Indonesian Subpopulation, North Sumatera”

Sebelum hari H nya dilaksanakan ASMIHA 27 ini telah dilangsungkan Turnamen Futsal ASMIHA ke-6 yang memperebutkan Piala Bergilir ASMIHA CUP. Pertandingan diikuti oleh 9 Universitas dari seluruh Indonesia: Univ. Udayana Bali, Univ. Brawijaya Malang, Univ. Airlangga Surabaya, Univ. Gajahmada Yogyakarta, Univ. Diponegoro Semarang, Univ. Pajajaran Bandung, Univ. Indonesia, Univ. Hasanuddin Makassar dan Univ. Samratulangi Manado. Keluar sebagai pemenangnya:

1) Universitas Indonesia

2) Universitas Udayana

3) Universitas Brawijaya

Dengan demikian untuk tahun 2018 ini Piala Bergilir ASMIHA CUP dipegang oleh Universitas Indonesia.

Saat yang ditunggu-tunggu sebagian besar peserta, yakni…… pembagian Doorprize….. Kali ini Doorprize untuk kalangan Farmasi dimenangkan oleh Sanofi-Aventis, dan untuk peserta ada 2 orang yang mendapatkan buku dan 1 orang mendapatkan Doorprize utama berupa sebuah iphone X.

Catatan: ASMIHA ke-28 tahun 2019 nanti akan diselenggarakan bersamaan dengan Asean Congress of Cardiology.

Bravo ASMIHA!

Sebagian Panitia Pelaksana ASMIHA ke-27 Tahun 2018



selanjutnya >>> berita KONVOKASI