*** Diterbitkan oleh: Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia ***

PERISTIWA



KKJI Terus Melangkah Maju




Para pengurus dan anggota KKJI sedang mengadakan rapat rutin.


SALAH satu booth di ajang pertemuan ilmiah Indonesia Heart Rhythm Society (InaHRS), di Westin Hotel Jakarta, 18-19 Agustus 2017 cukup menarik perhatian. Umumnya, peserta booth berasal dari industri farmasi tapi kali ini didirikan oleh Koperasi Konsumen Jantung Indonesia (KKJI). Selain memajang sejumlah barang-barang cendera mata, buku-buku ilmiah, booth KKJI juga menampilkan sejumlah peralatan kesehatan seperti alat ECHO Clover60 dan INR Coagucheck.

Itulah koperasi resmi bentukan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Kegiatan booth pada sejumlah pertemuan ilmiah kardiologi ini memang menjadi salah satu program kerja KKJI. Koperasi ini telah dibentuk pada 2013. “Tujuannya meningkatkan kesejahteraan anggota PERKI. Saat itu Ketua PERKI Pusat Prof DR Dr Rachmat Romdhoni (2012-2014) menunjuk Dr Pri Utomo, SH sebagai Ketua Koperasi PERKI Pusat,” tutur DR Dr Antonia Anna Lukito, Wakil Ketua I kepada InaHeartnews.

Kondisi kinerja KKJI secara umum saat ini, menurut Antonia, mulai berkembang, terutama karena makin banyaknya partisipasi dan dukungan anggota KKJI terhadap koperasi ini. Misalnya, sejumlah panitia acara ilmiah kerap menyediakan lapak gratis untuk booth KKJI tadi. “Pada booth KKJI sendiri kami menyediakan produk-produk yang telah bekerjasama dengan KKJI, seperti alat INR, textbook, alat ECHO, ECG, dan lain-lain,” kata Antonia.

Sejauh ini para pengurus KKJI terus berusaha mengembangkan dan memperkuat kegiatan usaha. “Untuk kegiatan usaha KKJI kini mengalami perkembangan, banyak alat yang disediakan di KKJI dan tentunya dengan harga yang lebih murah,” katanya. Antonia melanjutkan, bukan hanya dari anggota KKJI saja yang memesan, melainkan dari pasien dan rumah sakitpun ada yang memesan ke KKJI, seperti alat INR yang disediakan KKJI. Selain itu pemesanan Textbook Elsevier juga banyak.KKJI juga sudah berhasil menjual alat ECHO.

Sejauh ini, KKJI memang telah melakukan banyak kerja sama bisnis dengan beberapa perusahaan. “Kami berusaha untuk menyediakan keperluan yang dibutuhkan oleh para anggota KKJI,” kata Antonia. Adapun produk yang telah bekerja sama dengan KKJI itu adalah alat ABPM, Spyder, ECP Renew NCP-5, alat ECHO Samsung, ECHO Mindray M5, Apron, AERO Warp, ECHO WISONIC Clover60, alat ECG, alat INR Coagucheck, alat ECG, juga tersedia textbook Elsevier.

Antonia juga melaporkan jika tingkat aktivitas dan partisipasi para pengurus dan anggota KKJI semakin baik. “Sebagai Pengurus KKJI, para pengurus berusaha maksimal untuk mengembangkan usaha yang telah berjalan di KKJI. Untuk itu para pengurus sangat mengharapkan peran aktif dari anggota KKJI akan lebih baik ke depannya,” katanya lagi.*






InInaSH ke-12:
Pertarungan yang Tak Pernah Usai Melawan Hipertensi







Berfoto bersama setelah pemukulan gong pada Opening Ceremony, dari kiri ke kanan:
Dr Rosana Barack SpJP(K), Prof Dr Teguh Ranakusuma SpS(K), DR Dr Ismoyo Sunu SpJP(K),
Dr Aida Lidya SpPD(K) dan DR Dr Yuda Turana SpS.


PERHIMPUNAN Dokter Hipertensi Indonesia atau Indonesian Society of Hypertension (InaSH) kembali menggelar pertemuan ilmiah tahunan ke-12, bertempat di Sheraton Grand Jakarta Gandaria Hotel, Jakarta Selatan pada 23-25 Februari 2018.

Sejumlah tokoh, pakar jantung dan tamu penting hadir dalam acara ini, antara lain Ketua InaSH, Ketua PERKI (Indonesian Heart Association), Ketua PERDOSSI (Indonesian Society of Nephrology), Ketua PERNEFRI (Indonesian Neurological Association), perwakilan Kemenkes, Direktur Utama PJN Harapan Kita, Kepala Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler, Neprologi dan Neurologi serta para guru besar dan senior.

Pertemuan InaSH 2018 kali ini memiliki tema unik yakni “Hypertension 2018: The Never Ending Battle Againts Hypertension and Its Complications”. Tak pelak lagi, melawan dan memberantas hipertensi memang menjadi target utama para dokter jantung. Perjuangan yang memang tak berkesudahan. Dalam sambutannya, Presiden InaSH, Dr Yuda Turana menyatakan hipertensi, adalah penyakit penyebab kematian nomor 1 sehingga Indonesia menderita kerugian cukup besar. “Empat besar penyumbang kerugian negara ini selain kanker, disumbang oleh hipertensi, yakni stroke, gagal jantung dan gagal ginjal,” katanya.

“Ini bukan hanya tugas InaSH, bukan hanya tugas dokter di ruangan ini tetapi tugas kita bersama sebagai petugas medis,” kata Yuda. Memberantas penyakit jantung memang bukan pekerjaan ringan. Betapa tidak, lihat saja penelitian Kementerian Kesehatan yang menunjukkan prevalensi hipertensi yang tidak banyak mengalami perubahan selama bertahun-tahun, yakni 31,7% pada 2007 dan 32,4% dalam Survei Indikator Kesehatan Nasional 2016.

Apalagi ternyata survei yang dilakukan InaSH pada Mei 2017, menemukan bahwa 25% responden laki-laki penderita hipertensi tidak mengukur tekanan darah selama satu tahun terakhir. Penelitian tersebut melibatkan 29.353 pria sebagai subjek. Ini menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat terhadap bahaya hipertensi masih rendah. “Padahal yang kita tahu, kalau tidak dikontrol dapat memicu gangguan penyakit kardiovaskular,” tutur Yuda.

Data penelitian survei InaSH yang melibatkan 71.894 responden secara keseluruhan itu juga menyebutkan, pasien hipertensi tak hanya dialami oleh kalangan orang tua. Mereka yang masih berusia muda dengan profesi apapun rentan menderita risiko yang sama.

Melihat kondisi tersebut, berbagai kampanye pencegahan penyakit dan gaya hidup sehat agar tak terserang hipertensi sudah jamak digalakkan. Kali ini InaSH juga telah menggalakkan “Ceramah” alias “Cek Tekanan Darah di Rumah”. Menurut Yuda, fakta menunjukkan mengukur tekanan darah di rumah yang dilakukan secara benar dan rutin dengan alat yang akurat lebih baik dibandingkan dengan pengukuran tekanan darah di klinik.

Tak hanya itu, para dokter jantung juga kerap mengasah keahlian mereka mengatasi penyakit jantung. Bersama Dr Rossana Barack dan Dr Tunggul D. Situmorang, Yuda memperkenalkan buku ajar Hipertensi pada Perempuan. “Kami juga berupaya untuk menerbitkan sebuah buku ajar hipertensi pada perempuan yang merupakan populasi khusus dari seluruh populasi intervensi yang ada di Indonesia,” kata Yuda.

Kasus hipertensi pada wanita juga membutuhkan perhatian. Data survey InaSh, sebanyak 1.924 perempuan berumur kurang dari 40 tahun mengidap hipertensi. Selanjutnya pada umur 41-50 tahun ada 2.816 perempuan, pada 51-60 tahun ditemukan 3.246 wanita yang terkena hipertensi. “Perempuan lanjut usia yang sudah menopause lebih rentan terkena hipertensi karena faktor hormonal,” kata Rossana Barack.

Sebab itulah, sebagai Ketua Panitia InaSH, Rossana berharap acara pertemuan ilmiah rutin seperti InaSH ini mampu sedikit banyak mengatasi masalah hipertensi. Sejauh ini, InaSH memang mendapat banyak perhatian dari kalangan spesialis jantung. “Kegiatan diawali dengan workshop pada hari pertama yang terdiri dari 3 kelas dengan peserta lebih kurang 170 orang, dilanjutkan simposium pada hari kedua dan ketiga dengan keseluruhan peserta yang terdaftar 1,300 orang,” katanya.

Tentu saja, menambah semarak suasana, InaSH juga mengundang sejumlah pakar dan pembicara dari luar negeri, diantaranya adalah Prof Chia Yook Chin (Malaysia), Prof Markus Schlaigh (Australia), Prof Jose Lopez Sendon Hentschel (Spanyol) dan Prof Pairoj Chattranukulchai (Thailand).

Panitia InaSH 12 kali ini menerima 67 abstrak yang datang dari berbagai daerah seperti: Medan, Riau, Palembang, Natuna, Belitung, Jakarta, Cilegon, Tangerang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Malang, Bali, Lombok, Banjarmasin dan Kendari. Penyumbang abstrak terbanyak datang dari Malang Jawa Timur terutama dari Universitas Brawijaya. Rencananya abstrak yang masuk ke Panitia akan dipublikasikan dalam Jurnal of Hypertension ISH/ESH.

Dalam pertemuan kali ini, InaSH juga mengetengahkan tiga program lainnya seperti Trigger Quiz, Young Investigator Award, Moderated Poster dan poster-poster Ilmiah yang dibawakan para dokter dari berbagai perhimpunan profesi. Young Investigator Award diraih oleh Rony Mario Candrasatria (Dept. of Cardiology and Vascular Medicine, Universitas Indonesia) dengan judul “Methylenetetrahydrofolate Reductase C677T Gene Polymorphism is assPemenangociated with Hypertension in Rural Sundanese Population of Gunung Sari Village, Bogor-Indonesia”.

Mewakili Ketua Panitia InaSH 12, Dr Tunggul D. Situmorang, dalam Closing Ceremony berharap pertemuan ini akan memberikan manfaat kepada semuanya saat kembali ke tempat pengabdian masing-masing serta lebih semangat membantu masyarakat. “Apa yang akan kita lakukan harus sesuai dengan paradigma dan guideline-guideline yang ada. Tugas kita sebagai profesional adalah melakukan yang paling baik terhadap pasien kita,” katanya lagi.*





InaAcc ke-3:
Luncurkan 3 Buku Guideline







Pemenang Case Report dan Original Research didampingi DR. Dr. Ismoyo Sunu
dan Prof. Dr. Idris Idham.


ADA hal yang istimewa dalam pertemuan Indonesian Intensive and Acute Cardiovascular Care (InaACC) ke-3. Tema yang diusung kali ini bertajuk “Comprehensive Management of Acute and Critical Cardiac Care”. Sesuai dengan tema manajemen komprehensif tersebut, dalam acara InaACC kali ini telah diluncurkan tiga buku guideline PERKI sekaligus, yakni “Guideline PERKI STEMI 2018”, “Guideline PERKI NSTEMI 2018” dan “Guideline PERKI Acute Heart Failure 2018”.

Pertemuan ilmiah yang diselenggarakan Pokja Intensif dan Kegawatan Kardiovaskular Indonesia Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) itu berlangsung di Sheraton Grand Gandaria City Hotel, Jakarta, pada 25-27 Januari 2018.

Ketua panitia InaACC ke-3, Dr Dafsah A. Juzar, SpJP(K) mengungkapkan bahwa simposium kali ini diselenggarakan adalah untuk membahas kemajuan tatalaksana terkini, jantung akut, intensif dan kegawatan kardiovaskular. Dafsah berharap, “Para peserta dapat menerima dan membawa pulang ilmu ini sehingga dapat diterapkan pada fasilitasnya masing-masing dan memberikan outcome yang lebih baik pada pasien-pasiennya”.

Ketua Perki, Dr Ismoyo Sunu, dalam acara itu mengatakan, “Pertemuan ilmiah ini menjadi sarana untuk menyegarkan kembali kompetensi para spesialis jantung serta mampu meningkatkan pengetahuan ketrampilan kardiovaskuler emergensi bagi para dokter umum.”

InaACC kali ini dihadiri setidaknya 619 peserta, yang terdiri dari dokter umum (50%), spesialis (40%) spesialis dan perawat (10%). Dari hasil angket yang dibagikan kepada peserta, 80% peserta menilai bahwa materi sudah sesuai dengan yang diharapkan dan jalan acara tepat sesuai jadwal. “Ada juga masukan dari peserta, 41% peserta mendaulat Dr. Isman Firdaus sebagai pembicara favorit,” tutur Dafsah.

Di penghujung acara Symposium INAACC ke-3, panitia mengumumkan para pemenang abstrak yang dikirim para peserta. Dari 59 abstrak yang masuk, tim juri yang dipimpin Dr. Bambang Widyantoro, SpJP(K), menentukan para juara yang dibagi dalam 2 kategori.

Kategori Case Report:

  1. Dr. Sigit Pratama Lustisia Nasrudin dari RS. Dr. Moewardi, Solo
  2. Dr. M. Dzikrul Haq Karimullah dari RS. Dr. Saiful Anwar, Malang
  3. Dr. Mohammad Yofansyah Putera dari RS. M. Yunus, Bengkulu

Kategori Original Research Paper:
  1. Dr. Liemena Harold Adrian dari RS. Dr. Saiful Anwar General Hospital, Malang
  2. Dr. Dena Karina Firmansyah dari Universitas Indonesia
  3. Dr. Stephanie Salim dari Universitas Indonesia, RS Jantung Harapan Kita.*




PERKI Pusat Laksanakan Webinar Pertama Kali





Nara sumber saat berdiskusi dengan Prof Djanggan Sargowo, peserta webinar dari Universitas Brawijaya Malang di layar monitor.


ADA peristiwa istimewa di ruang meeting Gedung Heart House, Jakarta pada Sabtu, tanggal 9 Desember 2017. Untuk pertama kalinya, tepat pukul 09.00 PERKI Pusat menyelenggarakan webinar alias seminar secara online melalui jaringan internet (boardcast).

Dalam webinar perdana PERKI ini, tampil tiga pembicara, yakni Dr BRM Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K), yang membawakan makalah berjudul Role on Novel Vasodilating Beta Blocker in the Management of Hypertension, Dr RWM Kaligis, SpJP(K), yang berbicara tentang Oral Thrombolytic, a Challenging Opportunity dan terakhir DR Dr Ismoyo Sunu, SpJP(K), dengan makalahnya Sharing Experience of Lumbrokinase.

Menurut panitia webinar, peserta webinar yang menyimak ceramah ilmiah para pembicara mencapai 150 orang yang tersebar di berbagai daerah. “Memang masih kurang dari target panitia yang diharapkan mencapai 200 peserta. Tapi sambutan yang datang dari Malang, Manado, Semarang, Surabaya, Kendari, Bandung dan yang lainnya cukup baik dan cukup berhasil, mengingat ini adalah kegiatan yang pertama kali diadakan di sini,” tutur Rina Dwiningsih dari pihak sekretariat yang ikut memotori acara ini seusai acara berlangsung.

Para peserta kali ini memang khusus diadakan untuk para SpJP sesuai dengan tema yang diadakan. Namun tidak menutup kemungkinan juga ditujukan kepada kalangan atau peserta lain, disesuaikan dengan tema yang akan diusung.

“Kedepannya akan diadakan webinar-webinar lainnya agar penyebaran ilmu kardiovaskuler tidak hanya berkembang di ibukota saja, bahkan bisa menjangkau ke seluruh pelosok Indonesia”, kata Rina berharap.

Acara Webinar ini terselenggara berkat kerjasama antara PP PERKI dengan Dexa Medica.

Tim teknis Webinar PERKI Pusat, Nisrina Ulfah, mengaku dalam pelaksanaan webinar, masih terjadi kekurangan di sana sini, seperti munculnya suara-suara dengung yang mengganggu saat seminar. “Namun untuk kedepannya hal-hal semacam itu akan menjadi pelajaran agar tidak ada lagi,” kata Nisrina.

“Teknisnya harus diperbaiki, dan edukasi ke peserta harus lebih digencarkan lagi agar peserta lebih mahir untuk memanfaatkan fitur-fitur yang ada dalam aplikasinya demi kelancaran acara, terutama saat sesi seminarnya,” katanya lebih lanjut.

Nisrina mengungkapkan, agar webinar berjalan lancar dan nyaman, para peserta sebaiknya menon-aktifkan fitur audio (mute) masing-masing saat proses webinar. “Dalam aplikasi WebEx Meeting yang digunakan, sebaiknya audionya dimatikan agar suara-suara peserta dan suara yang timbul dari alam sekitar tidak terdengar oleh anggota lain,” katanya. Fitur audio tersebut, dapat dihidupkan kembali saat mereka akan berkomunikasi atau bertanya dalam webinar.

Agar sejawat dapat bergabung dalam acara webinar, ada persiapan khusus yang harus dilakukan. Pertama, download aplikasi WebEx Meetings dari Cisco (https://www.webex.com/) ke dalam laptop atau smartphone masing-masing. Kemudian Klik Join, masukkan meeting number dan meeting password yang sudah dikantongi dari panitia.

Kedua, untuk peserta kelas/berkelompok, maka perlu disediakan kamera, proyektor dan layar besar tentunya, agar peserta bisa berinteraksi bersama-sama lewat layar. Ketiga, yang terpenting harus ada internet dengan jaringan sinyal yang stabil dan bagus, sehingga gambar dan jalannya webinar lancar. Terakhir, bisa juga sediakan kopi, teh dan snack, agar webinar berjalan lebih nyaman.*





Selamat Mengabdi Dokter Spesialis Jantung 2018





PENGURUS usat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) mengucapkan selamat kepada para dokter spesialis kardiovaskular yang baru. Acara konvokasi pemberian sertifikat FIHA tersebut diselenggarakan dalam perhelatan Annual Scientific Meeting of Indonesian Heart Association (ASMIHA) ke-27 pada 19-22 April 2018. Daftar peserta konvokasi sebagai berikut:

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
1. Ahmad Handayani
2. Dika Ashrinda
3. Efrida Hasibuan
4. Herman William Parlindungan
5. Jaya Suganti
6. Kartika Boru Karo
7. Komaria
8. Mustika Fadhilah Sarahazti
9. Sanny March Novalin Silaban
10. Syaifullah
11. Theresia Wina Siagian
12. Zulfan Efendi
13. Zunaidi Syahputra

UNIVERSITAS ANDALAS
1. Herlambang Zaputra
2. Iman Fatullah
3. Ivan Mahendra Raditya
4. Mela Pratiwi
5. Mohammad Harris Gailani
6. Putri Mardhatillah
7. Vera Yulia

UNIVERSITAS PADJADJARAN
1. Aninka Saboe
2. David Almeidi
3. Harvi Puspa Wardani
4. Intan Yustikasari
5. Mardlatillah
6. Yuni Twiyarti Pertiwi

UNIVERSITAS INDONESIA
1. Andi Mahavira
2. Andika Rizki Lubis
3. Aprivita Gayatri
4. Christina Candra
5. Damba Dwisepto Aulia Sakti
6. Dian Yaniarti Hasanah
7. Gustaf David Sinaka
8. Haikal Abdullah Balweel
9. M. Gibran Fauzi Harmani
10. Mia Amira Callista
11. Muhamad Syarif
12. Muhammad Reza
13. Muhammad Rusydi
14. Priyandini Wulandari
15. Rizky Aulia Fanani
16. Rony Mario Candrasatria
17. Silfi Pauline Sirait
18. Wendy Marmalata Saragih

UNIVERSITAS GADJAH MADA
1. Arina Prihestri Nugraheni
2. Braghmandaru Adhi Bhaskara
3. Fera Hidayati
4. Muhammad Haris
5. Pamrayogi Hutomo
6. Rano Irmawan
7. Rio Probo Kaneko
8. Vita Yanti Anggraeni
9. Wahyu Himawan

UNIVERSITAS DIPONEGORO
1. Bahrudin
2. Detrianae
3. Fauzan Muttaqien
4. Hari Indratno
5. Kelly Kuswidi Yanto
6. Mochamad Ali Sobirin
7. Mohamad Fauziar Ahnaf Murtazam
8. Putri Kusuma Dewi
9. Yosman Freedy Soeroto

UNIVERSITAS NEGERI SEBELAS MARET
1. Alfa Alfin Nursidiq
2. Dewi Ayu Paramita
3. Pipiet Wulandari
4. Risalina Myrtha
5. Verry Gunawan Sohan

UNIVERSITAS AIRLANGGA
1. Ahadi
2. Alisia Yuana Putri
3. Anindita Primiari Qodrina
4. Anna Budiarti
5. Ari Rahmawati
6. Arief Rachman Hakim
7. Armyta Galuh
8. Aussie Fitriani Ghaznawie
9. Ayu Ariestha Kesumaningputri
10. Ayu Diajeng Sekar Negari
11. Dimas Rio Balti
12. Drastis Mahardiana
13. Galih Rakasiwi Soekarno
14. Kriswanto
15. Laily Djihan
16. Lely Puspita Candra Dewi
17. Mia Puspitasari
18. Muhammad Zulkifli Amirullah A.S
19. Nadya Luthfah
20. Ratna Dewi Cahyaningtias
21. Ruthvi Adriana
22. Shafira Nadia

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
1. David Rubiyaktho
2. Diah Rachmaniah
3. Fitranti Suciati Laitupa
4. Hidayanto Perdana
5. Ike Dyah Ayu Pambayun
6. Ikhwan Handirosiyanto
7. Lenny Kartika Sari
8. Lina Haryati
9. Mochammad Ali Trihartanto
10. Mohammad Afies Sjugiharto
11. Muchamad Abusari
12. Niva Wilujeng
13. Samsul Bakhri
14. Santy Cintiana Dewi
15. Yoseph Budi Utomo

UNIVERSITAS UDAYANA
1. Agung Pradnyana Suwirya
2. Deo Idarto
3. Felix Fodianto
4. I Gusti Agung Bagus Krisna Jayantika
5. I Ketut Raditya Surya
6. Ni Wayan Lena Agustini
7. Rani Paramitha Iswari Maliawan
8. Cyndiana Widia Dewi Sinardja
9. Ida Bagus Komang Wisasmita
10. Putu Kiki Wulandari

UNIVERSITAS HASANUDDIN
1. Andi Inggi Maesatana
2. Bambang Rahardi
3. Dian Pratiwi
4. Edwin Hartanto
5. Farid Hidayat
6. Gusmawan Gani
7. Harie Cipta
8. Mirnawati Mappiare
9. Titus Kurnia Hariadi
10. Vicky Nanu Rewa
11. William Horas

UNIVERSITAS SAM RATULANGI
1. Edy Chandra Tanoto
2. Gratiani E. H. Reppi
3. Hendro Adi Kuncoro
4. Ike Adriana
5. Irma Winastuti Rosmanadewi
6. Kana Kurniati Elka
7. Loretta Claudine Wangko
8. Monique Priscilla Fransiska Rotty
9. Nancy Sicilia Lampus
10. Ronaldi
11. Soetandar Widjaya
12. Yosua Arthur Iskandar

SPBTKV (ANGGOTA LUAR BIASA)
1. Ahmad Ghozali
2. Andri Syahrian
3. Brema Suranta Prakarsa Utama Pasaribu
4. Dhany Prasetyanto
5. Doddy Prabisma Pohan
6. Franky Yaseya Siahaan
7. Maulidya Ayudika Dandanah
8. Sri Nurbowo Ardi
9. Yunanto Kurnia.*



Kembali ke atas