*** Diterbitkan oleh: Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia ***

Operasi Pemasangan Alat Pacu Jantung Tanpa Kabel Pertama
Dilakukan di Indonesia


Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJP) Harapan Kita menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang sukses melakukan operasi pemasangan alat pacu jantung tanpa kabel. Operasi dilakukan kepada 4 pasien yang mengalami gangguan irama jantung.

Direktur Utama RSJP Harapan Kita, DR. dr. Hananto Andriantoro, SpJP(K), mengatakan perkembangan teknologi kedokteran memungkinkan adanya alat pacu jantung tanpa kabel. Berbeda dengan alat pacu jantung konvensional yang diletakkan di bawah kulit dan terhubung dengan kabel ke jantung, alat pacu jantung baru ini diletakkan langsung ke jantung pasien.

"Kalau ada kabel kan diletakkan di bawah kulit. Pada pasien yang sudah tua sekali, atau badannya kurus, alat jantungnya bisa nampak sekali dan ada risiko infeksi juga dari kabelnya. Kalau tanpa kabel seperti ini kan tidak, berkat kemajuan teknologi kedokteran," tutur dr. Hananto, dalam temu media di RSJP Harapan Kita, Sabtu (1/10/2016).

Dijelaskan dr. Hananto, alat pacu jantung tanpa kabel yang bernama Micra ini memiliki panjang 25,9 mm dan berat 2 gram. Bentuknya seperti peluru dan memiliki ukuran satu per sepuluh dari alat pacu jantung konvesional.

Selain ukurannya yang lebih kecil, kelebihan lain dari alat ini adalah waktu operasi yang lebih sebentar. Jika operasi pemasangan alat pacu jantung konvensional membutuhkan waktu 40 menit hingga 1 jam, operasi pemasangan alat pacu jantung baru tanpa kabel ini hanya membutuhkan waktu kurang dari 15 menit.

"Operasi pertama 15 menit, setelah itu operasi kedua 5 menit dan ketiga 6 menit. Setelah dua hari, pasien sudah bisa pulang dan kembali beraktivitas," tutur dr. Yoga Yuniadi, SpJP(K), dari Divisi Gangguan Irama Jantung, RS Harapan Kita pada kesempatan yang sama.

dr. Yoga mengatakan Indonesia merupakan negara kedua setelah Malaysia yang menggunakan alat pacu jantung tanpa kabel. Sama seperti alat pacu jantung konvensional, baterai alat pacu jantung baru tanpa kabel ini bisa bertahan hingga 10-12 tahun.


"Kalaupun mau disetel ulang listriknya, cukup dengan alat program tanpa harus dikeluarkan alatnya dari tubuh. Karena alatnya kan ditempel di jantung, sementara alat yang lama di bawah kulit," ungkapnya.

Meski begitu, alat ini belum termasuk dalam tanggungan Jaminan Kesehatan Nasional. dr. Hananto mengatakan biaya yang dibutuhkan untuk operasi pemasangan alat pacu jantung tanpa kabel sekitar Rp 130 sampai Rp 150 juta.

"Kalau BPJS itu kan tergantung paket dari INA-CBGs. Sayangnya di kita belum di-update sehingga alat-alat baru seperti ini belum termasuk sehingga belum ditanggung," paparnya. (Sumber: Muhamad Reza Sulaiman-detikHealth, Minggu, 02/10/2016)