*** Diterbitkan oleh: Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia ***

TANDA SCHAMROTH


Untuk sejawat dokter umum peminat EKG, kerap kita mendengar eponim-eponim tertentu yang terkait abnormalitas yang ditemukan di elektrokardiogram. Sebut saja nam-nama ilmuwan yang terkenal dan namanya diabadikan sebagai nama kelainan EKG atau sebagai nama struktur jantung yang terkait proses patofisiologisnya atau sebagai nama kriteria penentu adanya kelainan kardiovaskular tertentu berdasarkan EKG, seperti: Wolff-Parkinson-White, Lown-Ganong-Levine, Kent, James, Bachmann, Mahaim, Mobitz, Wenckebach, Wellens, De Winter, Brugada, Vereckei, Romano-Ward, Jarvell-Lange-Nielsen, Josephson, Marriott, Sgarbossa, Spodick, Schamroth dan Cabrera.

Nah, satu nama yang mungkin cukup jarang terdengar adalah Schamroth. Ya, Schamroth's sign. Tanda ini adalah suatu tanda berupa voltase yang rendah dari gelombang-gelombang (gelombang P, kompleks QRS dan gelombang T) di sandapan I. Ini merupakan tanda yang sangat sugestif tentang adanya penyakit paru DENGAN CATATAN tidak ada kesalahan penempatan sandapan dan terdapat pula tanda-tanda EKG lain terkait penyakit paru (seperti tanda adanya RVH, RAE, RAD).

Tanda ini memang jarang terdengar. Adanya tanda ini bukan satu-satunya yang jadi sandaran diagnostik untuk penyakit paru, harus dikroscek dengan tanda-tanda lain yg sudah disebutkan tadi.

Namun, tanda ini jangan sampai dikelirukan dengan tanda Schamroth untuk pemeriksaan fisis yakni hilangnya celah antar ujung jari pada pasien dengan jari tabuh (clubbing finger).

Demikian, semoga bermanfaat.

(dr. Andy Kristyagita, 6 Januari 2017)
(Sumber: laman LITFL dan blog ECG Interpretation Ken Grauer, MD.)