*** Diterbitkan oleh: Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia ***




Oleh: Komunitas Nekad Hijrah


ROKOK jelas membahayakan kesehatan, bahkan perokok sendiripun mengakui bahwa rokok membahayakan kesehatan mereka. Hanya saja candu rokok yang begitu kuat membuat mereka susah lepas dari merokok.

Karena rokok membahayakan bagi tubuh, maka jelas hukumnya haram dalam agama Islam bukan makruh sebagaimana anggapan sebagian besar perokok. Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak (boleh melakukan/menggunakan sesuatu yang) berbahaya atau membahayakan” (HR. Ibnu Majah no. 2340). Allah ﷻ berfirman: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan” (QS. Al Baqarah: 195). “Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An Nisaa: 29). Dan merokok termasuk menyia-yiakan harta, Rasul ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah membenci tiga perkara atas kalian: pembicaraan sia-sia, menyia-nyiakan harta, banyak meminta” (Muttafaq ‘alaih).

Hukuman di akhirat, yaitu mereka akan diancam masuk neraka, mereka terus-menerus menghisap racun tersebut di neraka jahannam dan itu merupakan siksaan bagi mereka. Dari Abu Hurairah, Nabi ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang sengaja menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati, maka dia di neraka jahannam dalam keadaan menjatuhkan diri di (gunung dalam) neraka itu, kekal selama-lamanya. Barangsiapa yang sengaja menghirup/menenggak racun hingga mati maka racun itu tetap ditangannya dan dia menghirupnya/menenggaknya di dalam neraka jahannam dalam keadaan kekal selama-lamanya. Dan barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi itu akan ada ditangannya dan dia tusukkan ke perutnya di neraka jahannam dalam keadaan kekal selama-lamanya” (HR Bukhari no. 5778). Dari Tsabit bin Dhahhak, Nabi ﷺ bersabda: “Siapa yang membunuh dirinya dengan cara tertentu di dunia maka dia akan disiksa pada hari kiamat dengan cara yang sama” (HR. Ahmad 16041).*

(Share FB, 12 April 2018 pukul 15.00)