*** Diterbitkan oleh: Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia ***

PENYAKIT JANTUNG REUMATIK

Penyakit Jantung Reumatik (PJR)/Rheumatic Heart Disease (RHD) masih merupakan sebuah permasalahan kesehatan serius di Indonesia. Hampir setiap minggu ada pasien yang datang karena keluhan sesak akibat gagal jantung pada RHD. Penyakit ini hampir tidak pernah ditemukan lagi di negara maju karena mereka memiliki akses terhadap antibiotik dan layanan primer yang baik.

RHD dimulai dengan sakit yang ringan berupa nyeri tenggorokan atau "Strep Throat" yang tidak kunjung diobati. Akibatnya timbul respon imun yang pada sebagian kecil orang gagal membedakan mana bakteri dan mana jaringan normal tubuh. Prosesnya dikenal dengan demam reumatik, saat terjadi demam reumatik, bukan hanya kuman tapi sel normal tubuh seperti katup jantung, sendi dan sel syaraf turut meradang dan akhirnya rusak. Jika katup-katup jantung sudah rusak, orangnya tersebut memiliki penyakit jantung reumatik. Pada kasus yang berat katup jantung bisa bocor atau menyempit sehingga menyebabkan terganggunya fungsi dan timbulnya keluhan gagal jantung. Gejala yang mungkin menyertai antara lain: sesak, berdebar, nyeri dada, mudah lelah dan bengkak di kaki/perut. Jika ini sudah terjadi solusinya bisa jadi tidak cukup dengan obat, tapi seringkali diperlukan operasi untuk memperbaiki/mengganti katup jantung. Tindakan ini tidak hanya berisiko tapi juga sangat mahal.

Karena itu diperlukan intervensi dini untuk menanggulangi penyakit ini. Gejala Strep throat yang seringkali timbul pada anak sebaiknya anda kenali. Gejalanya antara lain:

  • Nyeri tenggorokan yang biasanya timbul dengan cepat
  • Nyeri saat menelan
  • Amandel memerah dan bengkak, kadang disertai warna putih atau bahkan nanah
  • Bintik merah pada bagian belakang mulut
  • Demam
  • Nyeri kepala
  • Ruam kemerahan
  • Mual atau muntah, terutama timbul pada anak
  • Nyeri/pegal sendi.

Sangat mungkin anak anda memiliki beberapa gejala diatas namun tidak memiliki strep throat, karena itu kunjungan ke dokter sebaiknya dilakukan untuk memastikan. Video dibawah menjelaskan RHD secara sederhana.

(Dr. Erta Priadi Wirawijaya SpJP,
Bandung, 16 Januari 2017)